Kamis, 23 Juli 2009

Ayat Suci dalam Kromosom Manusia


Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo,

Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalahl ulusan Summa Cumlaude dariDuke University.

Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dariilmuwan dan pecinta kitab suci. Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yangdibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada.Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumatmembacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi.Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: “…Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…” Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kamipada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa iniadalah kebenaran “. Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa”yang memiliki makna “Ayat Allah“, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khanayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia.Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah.Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari maknasampah.

Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tandakebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tatafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?). Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk darirantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillah irRahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”.

Ayat tersebut adalah awal dari suratAl-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarangia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yangselama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas

Berlin. Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan. Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwaIslam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga nonmuslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmudengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsipilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker ) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas ChiangMai

Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip
surat An-Nisa ayat 56yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulangke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam. Bunyi dari
surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut; “Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami,kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulitmereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yanglain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah MahaPerkasa lagi Maha Bijaksana.” Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisanglobal yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien.Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi.Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saatia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapatmerasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telahmenyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia._____________________

Kumbang Pembom


Serangga ini sering disebut sebagai Bombardier beetle atau lebih dikenal dengan sebutan ‘Kumbang Pembom’ yakni serangga yang telah sekian lama menjadi objek penelitian bagi sebagian besar peneliti. Serangga ini sangat terkenal dengan senjata kimia yang sangat canggih dalam tubuhnya yang memiliki panjang sekitar 2 cm. Hal tersebut yang menjadikan serangga ini dijadikan obyek penelitian bagim sejumla peneliti. 

Saat merasa terancam oleh binatang kecil lain disekitarnya, larutan panas mendidih terbentuk di dalam tubuhnya dan juga pedih. Lalu serangga Kumbang ini menyemburkan suatu zat kimia yang telah diolahnya sendiri melalui lubang di bagian belakang. Dengan cara ini, Zat kimia tersebut dilakukan tatkala menghalau musuh. Kumbang Pembom tidak menyadari akan sesuatu yang telah dilakukannya dalam menghadapi serangga lain untuk melindungi diri dari musuh yang dihadapi.

Cara Kerja: 

Beberapa organ dalam atau disebut kantung sekresi, organ tersebut menghasilkan cairan sangat pekat yang merupakan hasil dari campuran 2 zat kimia ( hidrogen peroksida dan hidroquinon). Zat kimia tersebut selalu disimpan di bilik penyimpanan atau lebih disebut collecting vesicle (kantung pengumpul). collecting vesicle berhubungan dengan ruangan kedua yang disebut bilik ledakan.

Saat kumbang Pembom merasa adanya bahaya, otot – otot serangga ini menjadi tegang di sekitar bilik penyimpanan zat kimia tersebut lalu bilik tersebut tiba-tiba berkontraksi. Kemudian secara langsung, saluran yang menghubungkan antara bilik penyimpanan dengan bilik ledakan terbuka secara bersamaan. Alhasil, zat kimia campuran tersebut terdorong keluar sesudah memasuki bilik ledakan. Sesaat setelah zat kimia tersebut keluar, saluran bilik ledakan yang mengeluarkan cairan tersebut langsung menutup. Saat larutan campuran zat kimia tersebut bersatu dengan katalis enzim (dihasilkan oleh kelenjar ektodermal yang letaknya ada pada dalam bilik ledakan), reaksi zat kimia berantai yang sangat rumit pun terjadi yang menghasilkan panas dan pedih dalam jumlah besar, akibatnya suhu larutan akibat campuran zat tersebut naik sampai mencapai titik didih. Pipa yang disekitarnya yang mengarah keluar dari tubuh kumbang Pembom, memungkinkan terjadinya semburan uap supaya disasarkan ke target bahaya tersebut. Kemudian kumbang Pembom membunuh musuhnya sendiri dengan membakarnya dari cairan dari dalam tubuhnya. Zat kimia itu bahkan tak berbahaya bagi dirinya sendiri selama dirinya mengolah cairan tersebut sebagai senjata pengusir lawan karena dirinya dilapsi anti –panas 

Bahkan suatu system apabila tidak memiliki struktur yang lengkap maka suatu system tersebut takkan berguna walau hanya sekecil apapun itu. Kumbang Pembon juga merupakan suatu sistem seperti hal tersebut, kumbang tersebut seakan – akan dikendalikan oleh suatu sitem yang cerdas dan telah terorganisasi dengan baik. Apabila tak dilestarikan maka kumbang tersebut pun akan musnah dari permukaan bumi yang berbekas hanya tinggal kenangan dan sejarah dari kumbang tersebut.

Kumbang pembom, merupakan salah satu dari sekian banyak makhluk ciptaan Allah SWT yang merupakan salah satu kekuasaan Allah SWT sesuai dengan firman Allah SWT dalam ayat:

 Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini. (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 4)

Manfaat:

 Kumbang Pembon dapat dijadikan penelitian dalam eksperimen mengenai struktur yang terdapat dalam tubuh kumbang pembon yang dapat menghasilkan zat kimia yang sangat rumit pembuatannya.

Hikmah:
 Dapat mengetahui alangkah banyaknya makhluk ciptaan Allah SWT bahkan serangga dengan keistimewaannya disetiap jenis serangga dalam bertahan hidup di alam semesta ini. Bahkan masih banyak pengetahuan yang belum diketahui manusia dari ciptaan Allah SWT.